RESUME MATERI DAY 1 PKKMB
■PEMATERI I: Prof Yudi Latif, MA., Ph.D -,
tema: Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara.
Kita harus ingat Indonesia negara yg berkembang. Bagaimana cara kita menyatukan keragaman ini? karna kalo keragamaan di dalam majemuk itu lebih rumit timbang dalam masyarakat umum
Bagaimana caranya?
1. Mengembangkan jaring silaturahmi (konektivitas), pergaulan harus di perluas bukan hanya 1 univ bukan hanya 1 agama, tapi terus rantai2 pergaulan kita itu perluas. Kenapa? karena manusia adalah mahkluk paradoks
karena semua orang yg kita sangka serem/berbahaya, tapi ternyata baik sekali, makanya kita punya pepatah tak kenal maka tak sayang
2. Mengembangkan jaring (inklusivitas) mengembangkan tanah indonesia itu jgn mengandalkan tentara dan polisi
kalo yang sama jangan dibeda bedakan, meskipun kita beda suku beda warna kulit beda etnis tapi kita masi bertemu dalam negara yg sama, tumpah darah yg sama, satu bahasa yg sama. jadi keragamaan ini jangan di bedakan.
hidup etis dan bertindak etis itu bukanlah suatu kemewahan yg sia sia, malahan bisa jadi sumber daya kunci yg powerful bagi pencapaian keunggulan kompetitif yg dapat menumbuhkan kemakmuran secara lebih lestari.
KUNCI KEBAHAGIAAN
-menurut martin seligmen
P = Positive emotion
E = Engagement
R = Relationship
M = Meaning
A = Accomplishment
bagaimana negara kita bahagia? caranya bersatu dan merdeka, merdeka yg dimaksud adalah mengembangkan potensi diri.
Pembinaan Kesadaran Bela Negara
Pembinaan kesadaran bela negara merupakan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan warga negara dalam membela negara. Hal ini dapat dilakukan melalui beberapa cara, yaitu ¹ ²:
- Pendidikan Kewarganegaraan: Sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga negara tentang hak dan kewajiban mereka dalam membela negara.
- Latihan Bela Negara: Sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan warga negara dalam membela negara.
- Kampanye Bela Negara: Sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga negara dalam membela negara.
Tujuan Bela Negara
Tujuan bela negara adalah untuk ¹:
- Melindungi Negara: Dari ancaman dan gangguan yang dapat membahayakan kedaulatan dan keutuhan negara.
- Mempertahankan Persatuan dan Kesatuan Bangsa: Dengan meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga negara dalam membela negara.
- Meningkatkan Ketahanan Nasional: Dengan meningkatkan kemampuan warga negara dalam membela negara dan menghadapi ancaman.
■PEMATERI II: Erisandy Yudhistira, Priority Banking Manager Bank Mandiri
Tema: Penguatan Literasi Keuangan dan Kesejahteraan Mahasiswa
Literasi keuangan menjadi kunci kesejahteraan mahasiswa, membantu mereka mengelola uang saku, beasiswa, atau penghasilan secara bijak, menghindari utang konsumtif, dan menyiapkan masa depan finansial yang sehat.
Mengapa Penting?
Mahasiswa berada di masa transisi menuju kemandirian finansial dengan tantangan seperti biaya kuliah, biaya hidup, tekanan gaya hidup, hingga risiko utang.
●Literasi keuangan yang baik mendukung:
-Kesejahteraan finansial: mampu mengatur anggaran, menabung, dan investasi sejak dini.
-Kesejahteraan akademik: fokus belajar tanpa terbebani stres keuangan.
-Kesehatan mental: mengurangi kecemasan dan konflik akibat masalah uang.
-Kesiapan masa depan: memiliki fondasi keuangan yang kuat pasca kelulusan.
●Strategi Penguatan -Peran Kampus
-Peran Mahasiswa & Komunitas
-Peran Individu
●Dampak Positif
Mengurangi utang konsumtif dan membentuk kebiasaan menabung.
Meningkatkan fokus belajar, IPK, dan kesiapan studi lanjut.
Memperkuat rasa percaya diri dan kontrol atas hidup.
Menyiapkan masa depan finansial yang mandiri dan stabil.
●Tantangan & Solusi
Minimnya minat dan sumber daya dapat diatasi dengan pendekatan menarik seperti gamifikasi, studi kasus nyata, dan workshop praktis yang langsung bisa diterapkan.
●Kesimpulan
Literasi keuangan adalah investasi jangka panjang bagi mahasiswa. Dengan dukungan kampus, komunitas, dan kesadaran individu, akan tercipta generasi yang tidak hanya unggul akademis, tapi juga mandiri secara finansial.
PEMATERI III: Hafid Algristian, dr., Sp.KJ
tema: Mahasiswa berkarakter dengan Anti kekerasan Seksual, Anti perundungan, Sehat Mental, dan Perilaku Menyimpang.
Mahasiswa berkarakter adalah pribadi yang menjunjung nilai moral, etika, dan kepedulian sosial, sehingga mampu menciptakan lingkungan kampus yang aman, sehat, dan positif.
Anti Kekerasan Seksual → Menolak segala bentuk pelecehan atau kekerasan berbasis seksual, menghargai batasan pribadi, dan mendukung korban.
Anti Perundungan → Tidak melakukan, membiarkan, atau mendukung perilaku intimidasi, baik secara fisik, verbal, maupun daring.
Sehat Mental → Menjaga kesehatan psikologis, mampu mengelola stres, dan mencari bantuan profesional bila diperlukan.
Anti Perilaku Menyimpang → Menjauhi tindakan yang melanggar hukum, norma, atau etika, serta bertindak sesuai aturan kampus dan masyarakat.
Macam macam bullying
fisik (menghalangi, menyandung, mendorong, memukul, merusak barang)
verbal (panggilan merendahkan, mengolok, ejek fisik, kritik frontal di depan umum)
sosial (gosip, fitnah, tidak ditemani)
cyberbullying (komentar negative, akun anonym, merendahkan)
seksual (mengintip, menyebar foto, mengambil foto diam2, memaksa liar pornografi)
meskipun korbannya tidak tersinggung, perilaku ini bersifat objektif.
Dinamika perundungan
pelaku (harga diri rendah, perilaku kekerasan, awalnya korban)
korban (traumatik, bisa jadi pelaku, harga diri rendah)
penonton (cuek, takut terancam, harga diri rendah)
penolong (diam diam atau terbuka, pahami sistem, harga diri rendah)
link teman: titis kurniap
Facebook: https://www.facebook.com/unusaofficialfb
Instagram: https://www.instagram.com/unusa_official?igsh=ZG5hMjZ0bWg4ZHQ4
Tiktok: https://www.tiktok.com/@unusa_official?_t=ZS-8zIeaezDVH6&_r=1
YouTube: https://youtube.com/@unusa_official?si=J9yNC_fY8iDLEqV5
Twitter(x): https://x.com/unusa_official?t=1ybpsO2xxgK76b2UPyIO7w&s=08

Comments
Post a Comment